berdasarkan kamus besar bahasa indonesia edisi III (2002) :ga.lau a, ber.ga.lau a sibuk beramai-ramai; ramai sekali; kacau tidak keruan (pikiran).
ada juga yang bilang GALAU itu singkatan, God Always Listening Always Understanding.
namun apapun dibalik arti galau itu,
malam ini saya merasa galau. bahkan amatsangat galau.
bukan galau karena pria, bukan galau karena masalah hati, apalagi masalah percintaan.
semua rasa gundahgulana ini disebabkan oleh tugas akhir.
yup, sekitar pukul 22.00 tadi saya dan kawankawan baru pulang bimbingan dari rumah dosen, mantap yaa malming di rumah pembimbing. hihii.
kami ber9 (saya, sari, riri, naba, adit, aldi, arif, pras n dewa) berangkat bersamasama dari asrama (sekolah kami mewajibkan tinggal di asrama) padahal ini weekend, tapi demi kelancaran tugas akhir, kami semua memilih stay di asrama. (cieeeeehh, mantap!!)
saat berangkat semua terlihat bersemangat, begitu juga saya, bahkan saya merasa amatsangat bersemangat. saya merasa BAB I dan BAB II yang akan saya ajukan (untuk ke-tiga kalinya) sudah maksimal dan tentu saja saya mengharapkan reaksi positif yang akan keluar dari mulut dosen pembimbing saya.
namun apa mau dikata, setelah giliran saya berdiskusi dengan beliau, jengjeeenngg.. beliau belum puas dengan apa yang telah saya tulis. masih banyak yang harus direvisi. masih banyak yang harus ditambahkan. saya marah. saya kecewa. bukan kepada pembimbing saya. saya kecewa pada diri saya sendiri. saya kecewa karena ternyata apa yang telah saya hasilkan ternyata masih belum maksimal. tapi kawan, tahukah kamu hal yang paling menyakitkan? yaitu saya masih harus tersenyum ditengah kesedihan saya, saya harus tetap tersenyum walau yang dikatakan beliau pahit. karena mamang itu kenyataannya.
akhirnya saya pulang dari rumah beliau dengan tetap tersenyum sambil terus menutupi kesedihan saya, biarlah kawankawan saya tidak tahu, biarlah hanya saya yang tahu, biarlah saya simpan sendiri.
dan akhirnya, disinilah saya sekarang. menulis blog dengan begitu gundahnya.
"Allah bersamamu di mana pun kamu berada (QS. Al Hadid: 4)
heyy, saya tidak sendiri, Allah selalu bersama saya, untuk apa saya bersedih jikalau saya masih dalam lindungan Allah.
"Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada mereka sendiri. mereka itulah orang-orang yang fasik" (QS. Al Hasyr: 19)
maka dari itu kawankawan galau-ers, apalah gunanya bersedih dan bergalau ria jikalau kita masih berada dalam lindungan Allah.
jika kawankawan sedang dalam kesulitan, lantunkan saja doa ini..
"Ya Allah, tiada yang mudah selain yang Kau mudahkan dan Engkau jadikan kesusahan itu mudah jika Engkau menghendakinya jadi mudah". (HR. Ibnu Hibban)
Allah tahu hambahambanya yang butuh pertolongan dan pertolongan apa yang paling baik. Allah dekat dengan hambanya yang berdoa dan mengabulkan doa-doa mereka. Maka masih ragukah kita untuk meminta pertolongan kepada Allah?
wallahu 'alam bishowwab.
note : mari kita revisi lagi, jangan mau kalah sama yang lain.
oia, senin malem harus bimbingan lagi, smangaaaatt..